Cheerleading World Championship 2011


Cheerleading World Championship (CWC) adalah Kejuaraan Dunia Cheerleading yang diselenggarakan oleh IFC (International Federation of Cheerleading) setiap 2 tahun sekali, dan merupakan ajang kompetisi Cheerleading terbesar di dunia, yang diikuti oleh tim Cheerleading dari seluruh penjuru dunia.

Tahun 2011 ini adalah kali ke-enam CWC diselenggarakan, dan pada kali ini pula Indonesia mengirimkan tim Nasional Cheerleading untuk berpartisipasi dalam kategori CHEER MIXED dan GROUP STUNT MIXED. CWC 2011 diselenggarakan di Hong Kong Coliseum, Hong Kong, pada tanggal 26-27 November 2011.
Ke-17 atlit anggota timnas Cheerleading Indonesia adalah:
1. Ami Sulistyo
2. Pleti Junias
3. Mafiez Ramadhan
4. Novan Jeremy
5. Muhammad Asyari
6. Luky Andry Kurniawan
7. Timotius Ardi Kurniawan
8. Henry Timothy M.
9. Prima Gerhard
10. Larasati
11. Lusianawati
12. Silvia Windy
13. Frida Dini Cahya Asih
14. Anis Dewi Febriyanti
15. Antonia Maria
16. Zabine Prasetiawani
17. Katia Brestafira

Persiapan timnas Cheerleading Indonesia untuk mengikuti kejuaraan ini tidaklah mudah. Audisi diselenggarakan sejak Oktober 2010, hingga akhirnya terpilih anggota tim pada bulan Maret 2011, kendati kemudian mengalami beberapa perubahan hingga fix pada bulan September 2011. Pendanaan juga menjadi masalah besar bagi tim Indonesia, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk tiket pesawat dan penginapan di Hong Kong cukup mahal. Beruntung, timnas mendapat bantuan dana dari sponsor, yakni GARUDA INDONESIA, TELKOM SPEEDY, dan PRECISE, serta juga mendapat dukungan dari pihak Konsulat Jenderal RI di Hong Kong. Kendati demikian, dana yang terkumpul masih kurang dan sisanya pun ditutupi dari uang pribadi masing-masing anggota tim.

Dalam kategori yang paling bergengsi, yakni kategori CHEER MIXED, tim Indonesia sejak awal sudah mempunyai “strategi” dan “target” tersendiri menghadapi tim-tim lain yang kita sudah tahu persis kekuatannya. Tim Jepang, Thailand, Singapore dan Chinese Taipei, rasanya masih sangat jauh lebih baik dibanding tim Indonesia, sehingga kita pun tidak mentargetkan untuk bisa mengalahkan mereka. Sebaliknya, tim China dan Hong Kong yang relatif masih baru terbentuk, tampaknya dapat kita ungguli. Sementara itu, yang menurut target masih sejajar kekuatannya adalah tim dari negara-negara Eropa seperti Rusia dan Jerman, serta Philipines dan negara-negara Amerika Latin. Berdasarkan pengamatan dari kejuaraan dunia sebelumnya, tim Eropa cenderung untuk menampilkan rutin dengan teknik yang sulit, namun tidak begitu memperhatikan kerapian, sinkronisasi, speed, serta overal evaluation. Hal tersebut lah yang kemudian menjadi dasar “strategi” bagi timnas Indonesia, yakni dengan menampilkan rutin yang lebih sederhana, namun tampil rapi, sinkron, sharp, dan dengan speed dan transisi yang cepat.

Terbukti, strategi ini akhirnya berhasil mengantakan tim Indonesia meraih peringkat ke-6 dalam kategori CHEER MIXED, melampaui tim Jerman, Rusia, Hong Kong dan China. Sementara peringkat 1 sampai 5 secara berturut-turut adalah Jepang, Thailand, Philipinnes, Singapore, dan Chinese Taipei.

Tim yang paling membuat kejutan dalam kategori CHEER MIXED tahun ini adalah tim PHILIPINNES, yang di luar dugaan semua orang mampu meraih peringkat ke-3. Dalam dua hari kompetisi, tim PHILIPINNES mampu tampil bersih dan rapi, walaupun skill yang ditampilkan tidak sesulit 2 tim di bawahnya, yakni Singapore dan Chinese Taipei — strategi yang sama yang ditempuh oleh tim Indonesia.

Momen menarik lainnya adalah penampilan tim All-Female Jepang dalam kategori CHEERLEADING ALL-FEMALE. Tim All-Female Jepang tampil dengan sangat rapi, sangat sinkron, teknik yang sempurna, dan bahkan mendapat skor lebih tinggi dibanding tim Mixed Jepang. Seisi Hong Kong Coliseum dibuat tidak berhenti berteriak dan bertepuk tangan menyaksikan penampilan tim Jepang All-Female yang nyaris sempurna pada hari pertama. Sungguh suatu kebanggaan dan pengalaman tersendiri untuk dapat menyaksikan, mungkin, rutin terbaik yang pernah ditampilkan oleh sebuah tim Cheerleading selama ini! Bayangkan saja, skor hari pertama mereka adalah 272,5 poin! Jauh di atas tim Mixed Jepang yang “hanya”260,5.

Berikut selengkapnya peringkat akhir dalam kategori Cheer MIxed CWC 2011:

Di kategori GROUP STUNT MIXED, tim Indonesia pada awalnya bermaksud menurunkan 2 tim, namun salah seorang top person mengalami cedera ankle, 2 minggu sebelum keberangkatan, sehingga akhirnya diputuskan untuk mengirimkan 1 tim Group Stunt saja, yang tidak lain beranggotakan sebagian dari tim Cheer Mixed, yakni Ami Sulistyo, Pleti Junias, Mafiz Ramadhan, Frida Dini Cahya Asih, dan Katia Brestafira.

Dalam kategori ini, tim Indonesia sama sekali tidak mentargetkan apa-apa, karena paham betul kekuatan tim lawan yang cukup jauh unggul dalam hal Partner Stunt dan Group Stunt. Kendati demikian, harapan tim Indonesia untuk tampil rapi akhirnya tercapai dengan sukses, dan berhasil meraih peringkat ke-13 dari 16 tim peserta, mengungguli tim Ecuador, Hong Kong, dan China.

Walau hanya menempati urutan ke-6 dalam kategori CHEER MIXED, yang merupakan kategori yang paling bergensi, namun ini adalah hasil terbaik yang bisa diberikan Indonesia, bahkan di atas target sebelumnya urutan ke-8. Secara keseluruhan, perjalanan tim Nasional Indonesia dalam CWC 2011, sejak persiapan hingga pulang, menjadi satu pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, dengan berbagai cobaan dan hambatan yang dialami, dan semoga kesemuanya dapat dibaktikan sepenuhnya untuk kemajuan dunia Cheerleading Indonesia.

Cheerleading World Championship telah diselenggarakan sebelumnya sebanyak 5 (lima) kali:
1st CWC        : 18-19 November 2001 di Tokyo, Jepang
2nd CWC       :15-16 November 2003 di Manchester, UK
3rd CWC       :5-6 November 2005 di Tokyo, Jepang
4th CWC        :17-18 November 2007 di Helsinki, Finland
5th CWC        :28-29 November 2009 di Bremen, Germany

Info Selengkapnya silahkan lihat di :
website IFC : http://www.ifc-hdqrs.org
website 6th CWC 2011 : http://daretocheer.com
facebook CWC 2011 : http://www.facebook.com/daretocheer
twitter : @daretocheer

Use Facebook to Comment on this Post