Teknik Elevator

Elevator, atau sering disebut Half Extension, atau Extension Prep, adalah salah satu stunt dasar dalam Cheerleading yang mungkin paling sering digunakan dan menjadi dasar dalam stunt-stunt lainnya yang lebih sulit.
Mungkin tim kamu juga sudah tidak terhitung seringnya membentuk elevator dalam penampilan tim. Tapi apakah kamu sudah melakukannya dengan benar? Untuk asal jadi saja memang tidak sulit, tapi untuk melakukannya dengan teknik yang benar dan aman, agar terlihat indah dan smooth, kadang diperlukan latihan yang tidak cukup hanya sekali atau dua kali pertemuan latihan saja. Bagian yang paling sulit biasanya adalah menyamakan momentum yang tepat di antara anggota stunt group yang melakukan elevator.

Ada 3 tahap dalam melakukan Elevator :
1. Preparation. Persiapan (kuda-kuda)
2. Load-in. Proses stunt dibuat.
3. Dismount. Proses flyer turun dari stunt.

Dalam melakukan Elevator, dibutuhkan 3 orang base dan 1 orang flyer. Jika kamu baru mencoba stunt ini untuk pertama kali, sangat kami sarankan untuk menggunakan 1 orang tambahan sebagai spotter, yang berjaga-jaga untuk menangkap flyer bilamana terjatuh.


PREPARATION

Untuk kedua BASE SAMPING (side base) :
- Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu (jangan terlalu lebar)
- Lutut ditekuk dan pertahankan agar badan tetap tegak.
- Tangan ditaruh di depan badan dalam posisi seperti meminta-minta

Untuk kedua BASE BELAKANG (back base) :
- Base belakang adalah yang paling bertanggung jawab akan keselamatan flyer karena ia yang paling melihat dengan jelas keseluruhan stunt. Biasanya back base lebih tinggi daripada side base, karena ia perlu menjangkau lebih tinggi nantinya.

Untuk FLYER:
- Berdiri tegak dengan memegang kedua bahu bas
- K
onsentrasi ke arah tangan base, karena kaki flyer lah yang harus mencari tangan base, bukan sebaliknya. Tangan base tidak boleh bergerak mencari kaki flyer saat dia melompat nanti.

 

Ada beberapa alternatif posisi tangan base:
Yang pertama yakni disilangkan seperti pada gambar pertama. Keuntungannya adalah lebih kuat karena tangan satu dan yang lainnya saling menumpu. Namun kekurangannya adalah permukaan tangan tempat kaki flyer akan mendarat nanti menjadi lebih kecil.

Yang kedua adalah seperti pada gambar kedua, yakni tangan dirapatkan seperti posisi sedang meminta-minta. Keuntungannya adalah permukaan tempat flyer akan mendarat nanti lebih lebar, sehingga lebih nyaman bagi flyer, sementara kekurangannya adalah tidak sekuat posisi pertama di atas.

LOAD-IN

Untuk FLYER :
- Flyer melompat ke tangan kedua side base, dan menanggung berat badannya sendiri dengan bertumpu pada kedua tangannya di bahu base. Jangan menumpu berat badan sepenuhnya pada tangan base yang diinjaknya.
- Saat menginjak tangan base, flery harus mempertahankan pantat agar tidak turun lebih rendah dari lutut. Flyer harus berada dalam Chicken Position. Klik disini untuk melihat gambar Chicken Position.
- Saat kaki flyer telah mendarat di tangan base, kedua side base akan "mengayun" ke bawah dengan menekuk lutut. Saat ini terjadi, ingat bahwa flyer harus tetap berada dalam Chicken Position dengan menjaga pantat tidak turun lebih rendah dari lutut.
- Setelah mengayun sepersekian detik, base akan menghentak ke atas dengan lutut, dan saat inilah flyer harus membantu dengan mendorong tangannya dan langsung berdiri tegak dan mengunci seluruh badan, terutama bagian pantat dan lutut.


Untuk kedua BASE SAMPING (side base) :
- Saat flyer load-in, JANGAN menggerakkan tangan. Biarkan kaki flyer yang bergerak mencari tangan kedua side base.
- Begitu kaki flyer mendarat, dengan momentum yang tepat kedua side base harus "mengayun" ke bawah sebagai ancang-ancang untuk mengangkat flyer ke atas.
- Saat "mengayun", base harus menekuk lutut seakan-akan "menyerap" lompatan flyer ke bawah, tangan jangan ikut turun ke bawah, lalu menghentak ke atas dengan menggunakan tenaga dari kaki, dan langsung merapatkan kaki flyer di dada masing-masing side base.

Untuk kedua BASE BELAKANG (back base) :
- Saat flyer load-in, back base hanya membantu menyeimbangkan flyer dengan memegang bagian pinggang flyer, jangan terlalu membantu mengangkat badan flyer.
- Saat stunt jadi, pegang bagian mata kaki flyer dan diangkat ke atas untuk meringankan beban kedua side base.


DISMOUNT

Ada beberapa jenis dismount, yang paling sederhana yakni pop-off, dimana flyer turun ke bawah dengan cara merentangkan tangan, dan kedua side base pada hitungan tertentu melepas kaki flyer dan menangkap flyer di bagian ketiak. Back base berperan cukup penting, yakni menangkap pinggang flyer dan menyerap jatuhnya berat badan flyer.
Cara dismount yang lain antara lain adalah straigh craddle (yang paling sering digunakan), twist craddle, full twist craddle, dan banyak lagi yang lainnya.
Teknik dismount akan dibahas dalam artikel tersendiri.


Demikian penjelasan singkat tentang Teknik Elevator yang Baik dan Aman. Masih ada beberapa detil yang tidak cukup untuk dipaparkan di sini. Beberapa poin penting yang perlu diingat:

  1. Sepanjang jalannya stunt, ketiga orang base harus selalu melihat ke arah flyer, jangan sibuk mencari kamera atau melihat ke arah penonton. Ini adalah aturan safety dasar dalam elevator. Dalam kompetisi Cheerleader yang ideal, hal ini selalu disebut dalam aturan kompetisi, dan tim akan mendapat pengurangan nilai setiap kali base tidak melihat ke arah flyer saat melakukan stunt.
  2. Kedua side base harus mengangkat dengan menggunakan tenaga dari kaki, jangan dengan tangan. Otot paha adalah otot paling besar yang ada di tubuh manusia dan tentu saja yang paling kuat. Akan jauh lebih mudah menggunakan otot kaki daripada tangan.
  3. Kaki base jangan terbuka terlalu lebar, cukup selebar bahu (shoulder width apart). Bayangkan sebuah pegas/per. Semakin tinggi suatu pegas/per, semakin kuat pula daya dorongnya, bukan? Dengan membuka kaki terlalu lebar, posisi badan base akan lebih pendek dibanding dengan membuka kaki hanya selebar bahu. Pada awalnya memang terasa kurang nyaman, tapi percayalah, akan terasa lebih ringan jika kaki tidak dibuka terlalu lebar.
  4. Saat load-in, flyer harus menanggung berat badannya sendiri melalui kedua tangan yang memegang pundak base. Jangan menumpu berat badan pada kaki yang menginjak tangan base.

Lihat artikel lain yang berhubungan :
Kesalahan yang Sering Dilakukan Dalam Melakukan Elevator

Kembali ke Halaman Utama
www.indonesiancheerleading.com