Motion

Motion, pada awalnya digunakan oleh tim Cheerleader saat meneriakkan Cheers dan Chants saat menyemangati suatu tim olah raga yang sedang tampil. Coba bayangkan jika sekelompok Cheerleader di pinggir lapangan hanya meneriakkan yell-yell saja tanpa ada suatu gerakan teratur yang kompak, tentu akan sangat membosankan, bukan?
Pada perkembangan selanjutnya, motion juga seringkali ditampilkan dalam koreografi sebuah penampilan tim Cheerleader, yang membuat penampilan tim terlihat enerjik dan bersemangat, ketimbang gerakan dance yang meliuk-liuk kesana kemari.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan motion adalah :
1. Seluruh badan harus dikunci selama melakukan motion.
2. Setiap gerakan harus "sharp", artinya dilakukan dengan enerjik, mantap dan bertenaga.
3. Setiap gerakan harus "precise", artinya gerakan tersebut jelas bentuk, arah, dan detilnya.
4. Jangan asal saja menggerakkan tangan. Tangan harus senantiasa diberi tenaga.
5. Perpindahan dari gerakan satu ke gerakan lainnya cepat dan mantap.
6. Tidak perlu power yang berlebihan, cukup kunci seluruh badan.
7. Bedakan antara "mengunci badan" dengan "memberi power".


Berikut ini adalah beberapa contoh gerakan motion standar yang dikenal dalam dunia Cheerleading. Silahkan berlatih sendiri, dengan memperhatikan keenam hal tersebut di atas.

Ready Position.
Seluruh badan dikencangkan /dikunci, tangan dalam posisi "blade" di samping badan. Posisi kaki tidak harus tertutup, bisa juga terbuka, bahkan bisa juga dikombinasikan dengan gerakan kaki lain seperti menekuk (lunge), jinjit, dan sebagainya.
High V
Tangan lurus ke atas membentuk huruf V, sedikit ke depan badan (tangan harus bisa terlihat dari ujung mata tanpa melirik). Kepalan tangan seperti pada gambar hingga "rongga" kepalan terlihat dari depan. High V adalah salah satu motion yang sering digunakan.
Low V
Kebalikan dari High V. Tangan membentuk huruf V ke bawah, sedikit ke depan badan. Perhatikan juga kepalan tangan agar diputar sedemikian rupa sehingga yang terlihat dari depan adalah "rongga" dari kepalan tangan.

T Motion
Seperti namanya, tangan membentuk seperti huruf T. Tangan dilebarkan ke samping sejajar dengan tanah, sedikit ke depan sehingga masih terlihat dari sudut mata. Perhatikan kepalan tangan diputar agar "rongga" kepalan menghadap ke depan.
Right Diagonal
Tangan membentuk diagonal. Tangan kanan ke atas seperti membentuk High V, dan tangan kiri ke bawah seperti membentuk Low V. Perhatikan kepalan tangan juga sama seperti motion2 sebelumnya. Tangan sedikit ke depan badan, hingga terlihat dari sudut mata.
Left Diagonal
Kebalikan dari Right Diagonal. Tangan kiri ke atas seperti membentuk High V, dan tangan kanan ke bawah seperti membentuk Low V. Perhatikan kepalan tangan juga sama seperti motion2 sebelumnya. Tangan sedikit ke depan badan.

Touchdown
Kedua tangan tegak lurus ke atas, sedekat mungkin dan tetap pararel antara tangan satu dan lainnya. Tangan dikepal dan ibu jari di belakang, sehingga rongga kepalan terlihat dari depan. Jika tangan tegak lurus ke bawah, motion itu disebut Low Touchdown.
Left L
Sesuai namanya, membentuk huruf L. Tangan kiri lurus ke atas, dan tangan kanan tegak lurus ke samping sejajar dengan tanah.
Right L
Kebalikan dari Left L. Tangan kanan lurus ke atas, dan tangan kiri tegak lurus ke samping sejajar dengan tanah.

Masih ada banyak lagi gerakan motion yang lainnya, antara lain High Punch, Broken T, Broken High V, Sparkles, Table Top, Check Mark, dan sebagainya. Kamu bisa mengkombinasikan motion-motion tersebut untuk membentuk suatu koreografi yang menarik ditampilkan dalam penampilan tim. Selamat berlatih!

Catatan : Motion di atas diperagakan oleh Sagita dan Hani dari tim Vanquisher


Kembali ke Halaman Utama